Gerakan “Nganah-ngeneh” Polsek Cilacap Utara

 

nganah_ngeneh03radiokusuma.com. Tingginya kriminalitas seperti pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian kendaraan sepeda motor (Curanmor) di wilayah Cilacap Utara perlu mendapat perhatian khusus.

Guna menekan tindak kejahatan Kelompok Sadar Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas) Cilacap Utara menerapkan strategi baru berupa gerakan ‘Nganah-ngeneh’.

Pencangan gerakan ‘Nganah-ngeneh’ ditandai dengan apel bersama di halaman Kantor Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap, Senin (3/11). Apel bersama Pokdar Kamtibmas Cilacap Utara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Cilacap Utara, AKP Didi Dewantoro SIK SH. Apel tersebut melibatkan Polsek Cilacap Utara, Koramil Cilacap Utara, Kecamatan Cilacap Utara dan anggota Trantib.

Kapolsek Cilacap Utara menyatakan, gerakan “Nganah-ngeneh” Kecamatan Cilacap Utara adalah salah tujuan untuk meningkatkan sinergitas dalam mewujudkan harkamtibmas di Cilacap Utara. Gerakan ini ditopang empat pilar, yang pertama Kepolisian, yang kedua Koramil, kemudian Trantib Kecamatan dan tokoh agama, tokoh masyarakat serta pemuda.
“Ini adalah sebagai penggerak kamtibmas di wilayah Cilacap Utara, karena dalam dua bulan terakhir kejadian tindak pidana khsususnya pencurian sepeda motor cukup signifikan. Oleh karena itu, melalui upaya seperti ini akan mengajak masyarakat untuk selalu waspada,” katanya, kemarin.

Dijelaskan, dalam program ini ada tiga pos yang dituju yakni pos religi. Di pos ini pihaknya memberikan pesan kamtibmas pada saat warga melaksanakan kegiatan ibadah. Kemudian pos sekolah, dimana petugas akan datang ke sekolah-sekolah untuk memberikan kamtibmas juga. Lalu pos swakarsa dimana, petugas akan hadir ditengah masyarakat disaat warga melaksanakan siskamling supaya lebih waspada.


“Sehingga disaat-saat itulah kita bisa mengajak warga untuk menciptakan keamanan mulai ndari diri sendiri kemudian lingkungan sekitar. Karena keamanan adalah hal yang mendasar dalam terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, gerakan ‘Nganah-ngeneh’ ini sebagai wujud mendukung program Pemrintah Kabupaten Cilacap Bangga Mbangun Desa dan program Nawa Cita Pemerintah Jokowi-JK.

Terkait dengan maraknya kasus pencurian sepeda motor, warga diminta meningkatkan pengawasan dan penjagaan. Caranya, lanjut dia, bisa dengan memberikan kunci tambahan, kemudian motor diparkirkan di tempat terang dan ada pengawasan dari petugas parkir.
“Kalau pun tidak ada petugas parkir, bagaimana caranya motor supaya selalu bisa diawasi dan diberi kunci tambahan. Karena, kita tidak menjamin kunci magnet aman sebab setiap pelaku tindak kejahatan pasti sudah ada cara sendiri bagaimana membuka tutup magnet,” tandas AKP Didi.

Didi menerangkan, ada tiga faktor yang mempengaruhi si pelaku melakukan tindak pidana, yang pertama adalah si pelaku termotivasi, artinya pelaku melihat kendaraan bermotor tanpa pengawasan sementara ada niat sehingga motivasinya untuk mengambil muncul. Yang kedua, target memiliki target sepeda motor tertentu.
“Faktor yang ketiga ini yang paling penting, yaitu penjagaan.

Disaat motor tersebut tidak ada penjagaan maka pelaku akan termotivasi dengan target yang sudah ditentukan. Jadi tiga faktor ini saling berkaitan,” terangnya.

Disinggung mengenai berapa angka kejadian kasus pencurian yang terjadi di wilayah Cilacap Utara, Kapolsek mengatakan, berdasarkan laporan yang masuk  jumlahnya mencapai 20 kejadian curanmor. Aksi pencurian tersebut rata-rata terjadi pada saat menjelang dan sesudah magrib sampai dengan jam sembilan malam.
“Jadi memang, setelah warga menjalani aktivitas seharian padat dan capek lalu pulang ke rumah motor dtaruh begitu saja di depan rumah.

Disaat pemiliknya berada dirumah dan motor terawasi pelaku memanfaatkan kesempatan untuk beraksi,” ungkapnya.Meski demikian, dari sejumlah kasus yang terjadi sudah dua pelaku curanmor yang berhasil diringkus di wilayah perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah.

Kedua pelaku tersebut merupakan kelompok Lampung yang beraksi di wilayah Cilacap.
Kapolsek menambahkan, gerakan nganah-ngeneh ini diharapakan bisa menekan angka kejahatan dengan cara mewujudkan kesadaran masyakarat akan pentingnya keamanan dan ketertiban yang dimulai dari diri sendiri. mdy

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *