71 personil Polres Cilacap Jalani tes psikologi

????????????????????????????????????

Radiokusuma.com. Dalam Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2007,  bahwa setiap anggota Polri yang memegang senjata api dinas ditentukan oleh hasil psikotes, dimana harus memiliki kriteria yang meliputi penyesuaian diri, pengendalian diri, stabilisasi emosi, dan daya tahan stres.

Dalam rangka pengajuan kepemilikan atau perpanjangan penggunaan Sejata Api (Senpi) 71 personil Kepolisian Resor Cilacap menjalani rangkaian tes psikologi di ruang Transito Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi jalan Urip Sumoharjo Cilacap Jumat (12/01/2016). 
Oleh Karen itu tujuan dilaksanakan tes psikologi  yang diselenggarakan oleh bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia Polda Jawa Tengah tersebut untuk mengetahui tekanan emosi, ketahanan dan kecerdasan dari masing masing anggota calon pemegang senjata api.
Sehingga dari hasil tersebut dapat diketahui layak atau tidaknya seorang anggota Polri dalam hal penggunaan senjata api dinas. Pelaksanaan tes psikologi terhadap calon pemegang senjata api dilakukan secara rutin setidaknya setiap 1 tahun sekali.
Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya S.I.K., M.H melalui Kasubag Humas AKP Bintoro Wasono S.H. mengatakan  bahwa dengan melihat banyaknya kejadian tentang penyalah gunaan senjata api oleh oknum petugas dilapangan, dinas menganggap penting pelaksanaan psikotes. Diharapkan dengan pelaksanaan psikotes  ini agar terbentuk mental setiap anggota Polisi pemegang senjata api yang benar-benar siap dan stabil  saat memegang ataupun menggunakan senjata api dinas.
Namun tidak serta merta anggota yang lulus psikotes langsung secara mutlak bisa mendapatkan ijin menggunkan senjata api dinas karena masih ada monitoring perilaku anggota yang dinilai oleh pimpinannya langsung yang meliputi kehidupan sehari hari dari anggota tersebut.
Jika anggota yang bersangkutan sedang memilik masalah keluarga atau masalah dengan pihak lain maka walaupun hasil psikotesnya lulus tidak akan diijinkan memegang senjata api dinas karena dapat membahayakan, jelas kasubag humas saat ditemui di ruang kerjanya. mdy

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *