Ansor dan Banser akan Tetap Menjaga Nasionalisme

Radiokusuma.com – Berbagai Agama, Suku dan Budaya menetap di Indonesia, menjadikan Indonesia mempunyai ciri khas kemajemukannya dengan wadah Bhineka Tunggal Ika. Hal itu bertolak belakang dengan ormas-ormas yang kontra Pancasila dan NKRI serta Kebhinekaan.

Para pemuda Ansor dan Banser merapatkan barisan, menjadikan simbol mereka siap menjaga keutuhan NKRI (foto: rachman)

Hal senada disampaikan Ketua GP. Ansor Kabupaten Cilacap, Libanun Muzazin, saat ditemui radiokusuma.com disela-sela acara pengambilan sikap penolakan Banser dan Ansor NU terhadap HTI, di Sidareja, Cilacap, Rabu 5 April 2017.

Ia mengatakan Pluralisme masyarakat Indonesia harus tetap utuh dan jangan sampai ada yang mengusik nasionalisme dalam bentuk apapun. Ia juga mengatakan, pada prinsipnya, Nahdlatul Ulama (NU), Gerakan Pemuda Ansor dan Banser akan tetap menjaga Nasionalisme.

“Prinsip kita pada koridor utama bahwa NU GP. Ansor Banser tetap menjaga Nasionalismenya jangan sampai ada kegiatan yang mengusik nasionalisme kita dalam bentuk apapun,” kata Libanun.

Beliau juga menegaskan, bibit radikal kanan dan radikal kiri tidak boleh tumbuh di Indonesia. Menurutnya, Indonesia tidak cocok dengan faham radikal kanan maupun radikal kiri.

“Bagaimanapun embrio radikal kanan radikal kiri kan tidak boleh tumbuh karena pengalaman sejarah dari masa lalu mas, faham-faham radikal kanan juga untuk bumi Indonesia nampaknya tidak cocok karena Indonesia plural dengan berbagai macam Bhinekanya,” tegas Libanun.

Lebih lanjut, Libanun mengatakan, penanaman internalisasi Islam lebih penting, karena Bangsa Indonesia dikenal sebagai Bangsa yang majemuk.

“Yang penting utama itu kan internalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, itu yang sangat penting sekali, internalisasi. Pembauran nilai-nilai keIslaman yang ada dalam segala bentuk kehidupan masyarakat, melalui kalau bernegara berarti melalui Undang-Undang, melalui peraturan daerah, peraturan bupati dan lain-lain. Formalisasi Syari’ah bagi Indonesia tidak tepat,” pungkas Libanun. (Rachman)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *