Prihatin Terhadap Sampah, Taufiq Dirikan Bank Sampah

Radiokusuma.com | Cipari – Persoalan sampah memang permasalahan klasik. Beberapa kota besar, salah satunya seperti Jakarta, persoalan sampah sudah menjadi sangat penting untuk ditanggulangi karena berdampak besar nantinya jika tidak ada antisipasi.

Berbicara tentang kepedulian terhadap sampah, di Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah terdapat pria yang masih peduli dengan sampah.

Taufiq dan Bank Sampah yang diberi nama “Mandiri”

Awalnya, pria yang akrab disapa Bang Taufiq itu merasa prihatin dengan ada banyaknya sampah non organik didaerahnya. Terlebih, kesadaran warga sekitar untuk tidak membuang sampah sembarangan, masih sangat kurang.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, pria bernama lengkap Taufiqurrahman warga RT. 01 RW. 01 Desa Mulyadadi Kecamatan Cipari itu mempunyai inisiatif yang terbilang unik, yakni mendirikan Bank Sampah.

Dibantu beberapa orang, beliau mendirikan bank sampah yang kini sudah mempunyai sekitar 40 nasabah. Bank Sampah yang Ia beri nama “Mandiri” tersebut berdiri sejak awal Februari 2017 lalu.

“Untuk nasabah masih beberapa, sementara kita masih lingkungan RT juga warga sekitar. Ya, sekitar 40 orang lah. Untuk mekanisme, kita modal kantong atau goni. setiap rumah kita kasih dua atau tiga goni, masing untuk kertas, plastik ataupun logam,” jelas Taufiq.

Taufiq mengatakan, pihaknya (Bank Sampah) baru menerapkan beberapa kriteria sampah yang bisa ditabung. Menurut Dia, kriteria sampah masih sebatas plastik dan logam. Masing-masing harga sampah yang disetor nasabah juga dibedakan dan disesuaikan dengan MoU Bank Sampah dengan pihak pelapak sampah yang lebih besar.

Sedangkan kriteria sampah plastik bungkus kopi dan lainnya, Taufik mengaku belum menerima. Namun, kedepan pihaknya akan merencanakan pengolahan sampah bekas bungkus kopi untuk dijadikan kerajinan yang kreatif, sehingga nasabah Bang Sampah nantinya juga bisa menyetorkan sampah bekas bungkus makanan atau kopi dan menambah saldo tabungan mereka.

Saat ditanya soal saldo tabungan, Taufik mengatakan, nasabah yang memegang buku tabungan belum bisa sewaktu-waktu mengambil uang tabungannya. Taufiq menjelaskan, Bank Sampah miliknya masih sangat muda, berdiri awal Februari lalu membuat keuangan Bank Sampah belum stabil. Namun, Taufik mengatakan untuk waktu-waktu tertentu atau kebutuhan mendesak Nasabah Bank bisa mengambil uang tersebut.

“Kita sarankan diambilnya kalau sudah banyak, atau waktu-waktu tertentu misalnya, mau lebaran atau untuk bayar listrik atau kira-kira uangnya sudah bisa dimanfaatkan,” kata Taufiq.

Baru berumur sekitar dua bulan, Bank Sampah milik Taufiq masih sangat sederhana. Namun, Taufiq mengaku sangat mendapat dukungan pemerintah Desa. Terbukti, beberapa timbangan dan karung goni, didapatnya dari sumbangan pemerinta Desa Mulyadadi.

Lokasi penampungan sampah Bank Sampah milik Taufiq masih terlihat sederhana

“Untuk tanggapan pemerintah Desa sangat bagus, karena kita sudah punya SK dari Desa. Dulu pertama awal cerita kepada lurah kita sangat didukung, kita dikasih timbangan,” pungkas Taufiq.

Penulis : Rachman

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *